Pettanko.net – Serangkaian model mobil listrik andalan dari Hyundai dan Kia mengalami penurunan penjualan yang mengejutkan di pasar AS setelah masa berlaku insentif pajak federal berakhir. Penurunan tajam ini menunjukkan betapa krusialnya peran subsidi pemerintah dalam mendorong adopsi kendaraan listrik di Amerika Serikat. Meskipun demikian, secara total, penjualan gabungan kedua perusahaan asal Korea Selatan ini masih menunjukkan tren peningkatan, berkat performa kuat dari model-model konvensional bertenaga bensin dan SUV.
Anjloknya penjualan kendaraan listrik (EV) Hyundai dan Kia di AS pada bulan Oktober terjadi tepat setelah berakhirnya kebijakan insentif pajak federal sebesar $7.500 untuk pembeli. Walaupun analis sudah memperkirakan adanya perlambatan, tingkat penurunan yang sebenarnya jauh melampaui ekspektasi. Hal ini memicu kekhawatiran serius mengenai prospek mobil listrik Korea di tengah pendinginan pasar EV global.
Daftar Isi
Kinerja Penjualan Hyundai di Tengah Gempuran EV
Pada Oktober 2025, Hyundai berhasil menjual 70.118 kendaraan, turun tipis 2% dari 71.802 unit pada periode yang sama tahun lalu. Kabar baiknya, penjualan kumulatif dari awal tahun masih melonjak 10% menjadi 748.467 kendaraan. Angka ini dengan jelas menggarisbawahi bahwa mesin bensin tradisional, terutama segmen SUV, masih menjadi tulang punggung pertumbuhan perusahaan.
Situasi model EV Hyundai, bagaimanapun, jauh lebih mengkhawatirkan. Model “bintang” yang sebelumnya menjanjikan, Hyundai Ioniq 5, menderita penurunan penjualan yang sangat parah, yakni lebih dari 63% dibandingkan Oktober 2024. Penjualan Ioniq 5 hanya mencapai 1.642 unit, terjun bebas dari 4.498 unit. Nasib serupa dialami model sedan listrik, Hyundai Ioniq 6, yang anjlok 52% dengan hanya 398 kendaraan yang terjual. Bahkan model terbaru, Hyundai Ioniq 9, hanya mencatatkan 317 unit pada bulan tersebut, hasil yang sederhana dibandingkan dengan harapan peluncurannya.
Selain EV, beberapa model bensin juga menunjukkan kemunduran, seperti Kona (-13%), Santa Cruz (-29%), Sonata (-32%), dan Elantra (-16%). Beruntung, peningkatan signifikan pada model SUV populer seperti Palisade (+6%), Santa Fe (+22%), Tucson (+16%), dan Venue (+49%) berhasil menopang total momentum pertumbuhan Hyundai secara keseluruhan di pasar AS.
Kia EV9 dan EV6 Terjun Bebas di Amerika
Kondisi di kubu Kia tidak jauh berbeda. Total penjualan kumulatif Kia dari awal tahun mencapai 705.150 kendaraan, naik dari 653.078 unit tahun sebelumnya. Penjualan pada Oktober 2025 sendiri sedikit meningkat menjadi 69.002 mobil. Kenaikan total penjualan merek ini sekali lagi disokong oleh performa superior dari model bertenaga konvensional.
Namun, saat melihat ke segmen mobil listrik murni, krisis penjualan terlihat nyata. SUV listrik unggulan, Kia EV9, yang sempat diprediksi menjadi pengubah permainan di segmen SUV besar, hanya menjual 666 kendaraan pada Oktober, sebuah penurunan drastis dari 1.941 unit tahun sebelumnya. Lebih buruk lagi, Kia EV6 hanya mencatat 508 unit penjualan pada Oktober, kurang dari sepertiga (1.732 unit) yang terjual di tahun sebelumnya. Model bensin seperti Sportage dan Telluride masih berhasil menarik pelanggan, berbeda dengan nasib tragis yang dialami duo EV andalan Kia ini.
Prospek Kendaraan Listrik Korea di AS yang Mengkhawatirkan
Menyikapi melesunya pasar EV AS, Kia bahkan mengumumkan penundaan peluncuran model EV4 di AS, mengutip “perubahan kondisi pasar” sebagai alasannya. Para pakar industri sepakat bahwa hilangnya insentif pajak federal secara efektif telah meningkatkan harga jual mobil listrik. Dengan harga yang kini menjadi lebih mahal, konsumen AS cenderung kembali memprioritaskan opsi bensin dan hibrida yang dianggap lebih terjangkau dan mudah diakses.
Dari data penjualan ini, jelas terlihat bahwa Hyundai dan Kia menghadapi tantangan penjualan yang masif di pasar EV AS, di mana intervensi kebijakan pemerintah berperan sangat vital. Walaupun total penjualan kedua merek masih ditolong oleh model SUV bensin yang kuat, segmen kendaraan listrik—yang merupakan harapan strategis masa depan—menunjukkan kerentanan yang serius. Jika tidak ada kebijakan insentif baru atau dorongan kuat bagi konsumen, Hyundai dan Kia perlu segera meninjau ulang strategi jangka pendek dan panjang mereka di pasar mobil listrik AS.






