Pettanko.net – Sektor mobil pintar global mencatat terobosan penting. Regulator Tiongkok memberikan persetujuan kepada Tesla dan Mercedes-Benz untuk mengajukan permohonan pengenalan layanan kecerdasan buatan (AI generatif).
Langkah ini menandai titik balik yang langka, di mana Tiongkok untuk pertama kalinya membuka pintu bagi layanan AI generatif yang dikembangkan oleh bisnis asing, memicu persaingan baru di pasar mobil pintar Tiongkok yang sangat ketat.
Daftar Isi
Selain Tesla dan Mercedes-Benz, produsen mobil Swedia Volvo yang dimiliki oleh Zhejiang Geely Holding Group (Tiongkok) juga masuk dalam daftar perusahaan yang disetujui.
Terobosan Regulasi dan Aplikasi AI
Menurut Administrasi Cyberspace Tiongkok, catatan pendaftaran layanan AI Tesla dan Mercedes-Benz telah disetujui. Persetujuan ini menjadi terobosan kunci di tengah konteks Beijing yang secara agresif mendorong pengembangan AI, namun tetap mempertahankan kontrol regulasi yang ketat.
Aplikasi AI dari dua perusahaan ini akan memiliki fokus yang berbeda. Menurut Administrasi Cyberspace Shanghai, layanan AI Tesla dan Volvo akan digunakan untuk menanggapi permintaan dukungan pelanggan. Sementara itu, menurut administrasi cyber Beijing, layanan AI Mercedes-Benz akan diintegrasikan langsung ke dalam kendaraan listriknya, memberikan dukungan interaksi suara dan kontrol kursi pengemudi.
Yang menarik, sistem AI Mercedes-Benz ini secara khusus menggunakan model bahasa besar yang dikembangkan oleh ByteDance, perusahaan teknologi Tiongkok di balik aplikasi video TikTok.
Peningkatan Daya Saing Mobil Pintar
Langkah persetujuan ini datang di saat Tiongkok tengah berupaya meningkatkan pengembangan AI sebagai faktor kunci untuk daya saing nasional di masa depan. Peraturan tentang pengelolaan layanan kecerdasan buatan mulai berlaku pada Agustus 2023. Sejauh ini, hampir semua layanan yang disetujui sebelumnya dikembangkan oleh perusahaan Tiongkok. Persetujuan untuk tiga pembuat mobil asing ini menjadi pengecualian yang signifikan.
AI generatif merupakan teknologi dasar yang akan membentuk kembali industri otomotif. Teknologi ini memiliki banyak aplikasi, mulai dari peningkatan pengalaman pengguna hingga proses pengembangan produk. Model AI dapat menghasilkan umpan balik percakapan yang lebih alami untuk sistem asisten suara, dukungan navigasi, pengaturan kendaraan, hingga layanan pelanggan. Dalam konteks kendaraan listrik dan mobil self-driving, teknologi ini juga mendukung analisis data sensor.
Di sisi lain, CEO Tesla, Elon Musk, mengharapkan Tiongkok dapat sepenuhnya menyetujui teknologi bantuan pengemudi canggih serupa dengan sistem Full Self-Driving (FSD) yang dikerahkan di AS pada awal tahun 2026. Persetujuan ini akan sangat memajukan ambisi Tesla di pasar terbesarnya.






