Serangan Siber dan Kelesuan Pasar Tiongkok, JLR Turunkan Drastis Target Laba 2026

- Penulis Berita

Minggu, 16 November 2025 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaguar Land Rover (JLR) secara drastis merevisi target margin keuntungan dan arus kas bebasnya untuk tahun fiskal 2026. Keputusan ini diambil setelah perusahaan menghadapi “serangan siber yang serius” yang melumpuhkan produksi, ditambah dengan melemahnya permintaan di Tiongkok dan kekurangan pasokan chip.

Tata Motors Passenger Vehicles, perusahaan induk JLR, merevisi target margin laba operasional JLR untuk FY2026 menjadi antara 0% hingga 2%, turun tajam dari target yang diumumkan sebelumnya sebesar 5%–7%.

Kerugian Finansial Akibat Serangan Siber

Serangan siber yang menargetkan JLR pada akhir Agustus lalu dinilai sebagai salah satu insiden keamanan siber terbesar dalam sejarah Inggris, dengan kerugian ekonomi diperkirakan mencapai lebih dari $2,5 miliar bagi ekonomi Inggris.

Baca Juga :  Permintaan untuk Kendaraan Listrik Rendah, Toyota Menunda Pembangunan Pabrik Baterai Baru

Serangan tersebut memaksa produsen mobil terbesar di Inggris ini untuk menutup produksi selama lima minggu. Akibatnya, perusahaan induk harus mencatat biaya satu kali (one-off charge) sebesar $228,5 juta pada kuartal kedua.

CEO JLR Adrian Mardell membenarkan bahwa operasi saat ini “hampir kembali normal,” namun penyelidikan atas serangan siber masih berlangsung. Bersamaan dengan penurunan target margin laba, JLR kini memperkirakan arus kas bebas negatif sebesar 2,2 hingga 2,5 miliar pound (sekitar $3–$3,4 miliar) untuk tahun fiskal 2026, berbanding terbalik dari perkiraan sebelumnya yang berada di titik impas (break-even).

Tekanan Pasar Tiongkok dan Kekurangan Komponen

Tekanan pada JLR semakin diperburuk oleh dua faktor eksternal lainnya:

  1. Melemahnya Permintaan di Tiongkok: Mardell menyebut bahwa Tiongkok jelas menjadi perhatian. Perubahan pajak mewah baru menyebabkan banyak model Range Rover dikenakan pajak tinggi, yang secara signifikan berdampak pada penjualan di segmen kendaraan mewah. Volume grosir JLR (tidak termasuk usaha patungan di Tiongkok) tercatat turun 24,2%.

  2. Kekurangan Komponen: Ketegangan politik antara Tiongkok dan Belanda menyebabkan pembuat chip Nexperia memperingatkan ketidakmampuan mereka untuk mengamankan pasokan komponen, yang semakin mengetatkan rantai pasokan.

Baca Juga :  Segmen Sedan Sport Memanas, Audi RS6 Kembali Sebagai Sedan Plug-in Hybrid

Laporan keuangan terbaru ini juga merupakan laporan pertama sejak Tata Motors Group memisahkan bisnis mobil penumpang dari bisnis kendaraan komersial. Meskipun Tata Motors Passenger Vehicles mencatat peningkatan laba bersih 22 kali lipat pada kuartal tersebut (sebagian besar berkat keuntungan dari perpecahan), perusahaan sebenarnya merugi 6,37 miliar rupee jika keuntungan dari pemisahan itu dikecualikan, hal ini disebabkan oleh penurunan tajam dalam produksi JLR.

Berita Terkait

Continental GT Supersports 2026 Debut: Pangkas Bobot 450 Kg, Beralih ke Penggerak Roda Belakang
Mitsubishi Siap Rebut Kembali Pasar Inggris 2026, Andalkan Strategi Rebranding
Segmen Sedan Sport Memanas, Audi RS6 Kembali Sebagai Sedan Plug-in Hybrid
Terobosan Langka Tiongkok, Tesla dan Mercedes-Benz Dapat Izin AI Generatif
General Motors Diversifikasi Pasokan, Target Kurangi Ketergantungan pada Tiongkok di Tahun 2027
Nasib Nissan GT-R R36 Menggantung, Listrik atau Hibrida di Tengah Restrukturisasi Perusahaan
Debut Palisade Hybrid 2026, Tenaga Lebih Besar Konsumsi BBM Jauh Lebih Irit
Harga PPF Mobil Terbaru 2025: Jenis, Manfaat, dan Estimasi Biaya Pemasangan

Berita Terkait

Rabu, 19 November 2025 - 18:27 WIB

Continental GT Supersports 2026 Debut: Pangkas Bobot 450 Kg, Beralih ke Penggerak Roda Belakang

Rabu, 19 November 2025 - 18:27 WIB

Mitsubishi Siap Rebut Kembali Pasar Inggris 2026, Andalkan Strategi Rebranding

Selasa, 18 November 2025 - 15:20 WIB

Segmen Sedan Sport Memanas, Audi RS6 Kembali Sebagai Sedan Plug-in Hybrid

Minggu, 16 November 2025 - 09:59 WIB

Serangan Siber dan Kelesuan Pasar Tiongkok, JLR Turunkan Drastis Target Laba 2026

Sabtu, 15 November 2025 - 18:54 WIB

Terobosan Langka Tiongkok, Tesla dan Mercedes-Benz Dapat Izin AI Generatif

Berita Terbaru