Pettanko.net – Keuntungan Porsche SE, perusahaan induk dan pemegang saham mayoritas merek ikonik Porsche, anjlok signifikan. Penurunan ini dipicu oleh dua faktor utama: krisis mobil listrik di industri otomotif Jerman dan melemahnya permintaan di pasar kunci, terutama China. Kondisi ini secara tidak langsung menyeret industri otomotif Jerman secara keseluruhan ke dalam periode kesulitan yang baru.
Dampak dari krisis yang dialami Porsche AG terasa sangat kuat pada hasil bisnis Porsche SE, perusahaan induk dan pemegang saham terbesar merek. Menurut laporan keuangan yang baru dirilis, laba setelah pajak yang disesuaikan dari Porsche SE dalam tiga kuartal pertama tahun 2025 menurun lebih dari sepertiga dari periode yang sama tahun lalu. Hasil yang tidak efisien dari Porsche AG dalam periode terakhir telah memukul tajam keuntungan para pemegang saham utamanya.
Daftar Isi
Laba Porsche SE Anjlok 36% Akibat Kendala EV dan China
Porsche SE, konglomerat yang dikendalikan oleh keluarga Porsche dan Piech, mencatat laba setelah pajak yang disesuaikan sebesar €1,6 miliar (sekitar US$1,87 miliar) antara Januari dan September, turun 36% dari 2024. Perusahaan mengatakan hasilnya “dipengaruhi secara signifikan” oleh kesulitan di Volkswagen dan Porsche, karena kedua perusahaan menderita miliaran euro dalam biaya menunda peluncuran kendaraan listrik baru, di tengah permintaan di pasar China, yang menyumbang sebagian besar penjualan, anjlok.
Struktur kepemilikan yang kompleks di ekosistem Volkswagen-Porsche juga membuat hasil Porsche SE rentan terhadap dampak rantai. Porsche SE saat ini memegang 12,5% saham di Porsche, sementara Volkswagen Group adalah pemegang saham dominan lainnya. Porsche SE juga merupakan investor terbesar Volkswagen dengan 31,9% saham dan 53,3% hak suara.
Diversifikasi dan Penyesuaian Strategi di Tengah Tantangan
Meskipun laba mengalami kemerosotan, Direktur Keuangan Porsche SE, Johannes Lattwein, mengatakan Porsche SE telah memperbaiki struktur keuangan, membantu perusahaan “mempertahankan ketahanan bahkan dalam lingkungan yang penuh tantangan dari industri otomotif.” Utang bersih grup dalam sembilan bulan pertama tahun ini turun 3%, menjadi €5 miliar.
Porsche SE masih mempertahankan proyeksi hasil bisnis untuk setahun penuh, setelah sebelumnya menurunkan ekspektasi pada bulan September karena strategi restrukturisasi Porsche. Bersamaan dengan itu, perusahaan mengatakan sedang mempertimbangkan investasi di sektor pertahanan untuk mendiversifikasi portofolio, memanfaatkan gelombang peningkatan pengeluaran pertahanan oleh pemerintah-pemerintah Eropa.
Industri Otomotif Jerman dalam Pusaran Krisis
Sementara itu, industri otomotif Jerman terus menghadapi banyak tekanan: biaya beralih ke kendaraan listrik tinggi, persaingan sengit dari perusahaan-perusahaan Cina, hambatan perdagangan, dan gangguan rantai pasokan. Kontrasnya, perusahaan pertahanan seperti Rheinmetall, di sisi lain, mendapat manfaat dari peningkatan tajam dalam pesanan.
Laporan keuangan terbaru sebelumnya menunjukkan bahwa laba operasi Porsche AG telah turun 99 persen, menandai periode yang menantang bagi merek olahraga Jerman yang terkenal. Perusahaan telah menunjuk Michael Leiters sebagai CEO baru, menggantikan Oliver Blume sebagai perusahaan mobil sport Jerman menghadapi krisis kendaraan listrik dan penurunan global dalam penjualan.
Analis juga menekankan bahwa meskipun pemimpin baru, masalah inti, mulai dari strategi kendaraan listrik hingga pasar China, masih perlu ditangani. Kontras ini menunjukkan fakta yang mengkhawatirkan: raksasa industri mobil Jerman – yang pernah menjadi simbol teknik dan kinerja – sedang berjuang di era elektrokimia, sementara area yang telah dilihat sebagai ceruk pertahanan menjadi titik terang yang langka dalam gambaran ekonomi Eropa.






