Pettanko.net – General Motors (GM), salah satu pembuat mobil terbesar di Amerika Serikat, mengambil langkah signifikan untuk mereformasi rantai pasokannya. GM telah meminta para pemasoknya untuk mulai mencari bahan baku dan suku cadang dari negara lain, dengan tujuan utama mengurangi ketergantungan yang sudah mengakar kuat pada Tiongkok.
Menurut kantor berita Reuters dan laporan Motor1, GM sebenarnya sudah memulai langkah strategis ini sejak akhir tahun lalu. Perusahaan secara aktif mendorong pemasok untuk memindahkan operasi manufaktur keluar dari Tiongkok. GM dilaporkan telah menetapkan batas waktu tegas pada tahun 2027 bagi pemasok untuk memindahkan pasokan bahan dari Tiongkok.
Ketegangan politik antara AS dan Tiongkok telah meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir. AS, misalnya, telah memberlakukan tarif impor tambahan 100% pada mobil listrik Tiongkok, yang hampir melarang produk tersebut dari pasar. Presiden Donald Trump juga terus menggunakan tarif sebagai taktik di meja perundingan politik, sehingga menciptakan ketidakpastian bagi industri otomotif global.
Meskipun banyak produsen mobil telah berinvestasi di bidang manufaktur di AS, Tiongkok tetap memegang peran penting dalam rantai pasokan global. Sumber internal menyebutkan bahwa GM akan memprioritaskan impor suku cadang dari Amerika Utara. Pembuat mobil itu mengklaim telah bekerja selama bertahun-tahun untuk membangun kemampuan memulihkan dan mendiversifikasi rantai pasokan.
Namun, Motor1 memperingatkan bahwa ini bukanlah tugas yang mudah. Industri otomotif telah berakar kuat di Tiongkok selama 25 tahun terakhir. Oleh karena itu, akan dibutuhkan waktu lama bagi para pemangku kepentingan untuk mencari negara-negara baru, mengakhiri operasi lama mereka, dan memulai lagi dari nol.
Selain tantangan waktu, proses ini juga akan sangat mahal, dan biaya tambahan tersebut berpotensi didorong ke arah konsumen. Langkah GM untuk mempercepat pengurangan ketergantungan pada Tiongkok ini dilakukan di tengah harga mobil baru yang sudah mahal dan semakin sulitnya menjual mobil murah di AS.
Langkah General Motors untuk mendiversifikasi pasokan ini juga ditujukan untuk negara lain, yaitu Rusia dan Venezuela, selain Tiongkok. Belum jelas apakah ada negara lain yang termasuk dalam “daftar hitam” ini atau tidak.






